Chat dengan kami disini

Hidup di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat modus penipuan semakin beragam dan semakin sulit dibedakan dengan layanan resmi. Salah satu modus yang kembali marak yakni penipu yang menyamar sebagai petugas Dukcapil lalu berpura-pura menghubungi masyarakat untuk “membantu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)”.
Terlihat sangat meyakinkan, padahal aksi ini merupakan penipuan berbahaya yang menargetkan pencurian data pribadi dan akses finansial korban. Berikut penjelasan lengkap agar Anda tidak menjadi korban berikutnya.
Berdasarkan laporan masyarakat, pelaku biasanya melakukan melakukan aksinya dengan pola berikut:
Lindungi diri Anda dengan langkah berikut:
Jika Anda sudah memberikan data atau meng-klik link atau file mencurigakan, segera lakukan hal ini:
Jika terjadi sesuatu terhadap rekening bank Anda, segera lakukan pelaporan melalui kanal resmi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC): https://iasc.ojk.go.id
Ayo saling jaga keamanan digital! Modus penipuan digital berkembang sangat cepat, sehingga kita harus mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan agar menjadi pegangan kuat dalam melindungi data diri dan keuangan Anda.

Sesaat lagi, Idul Fitri menyambut kita. Setelah 30 hari menjalankan ibadah puasa dengan khidmat, akhirnya kita akan bertemu di hari kemenangan. Menjadi momen yang dinanti-nanti, Idul Fitri tidak... Selengkapnya

Sebagai bentuk komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat Bali, Bank Lestari Bali (BPR) kembali menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Lestari For Kids. Melalui program... Selengkapnya

Zaman sekarang ini, banyak orang yang sulit membedakan antara kebutuhan utama dalam hidup dan yang sebenarnya kebutuhan tambahan. Di tengah-tengah kaburnya batas antara kebutuhan utama dan... Selengkapnya